MAKALAH PENJASKES
Tentang Olahraga Atletik

Disusun oleh :
Budianto Prayogo
Bella Carmenia Dwi Andini
Dais Siti Hajar
Dian Puspitasari Bintoro
Devi Nur Aeni
Diki Nur Hidayat
SMA NEGERI 1 BANJAR
Jalan
K.H Mustofa No. 1 Tlp.(0265) 741192 Banjar 46311
e-mail : sman_sa_bjr@gmail.com Website : www.sman1banjar.sch.id
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Dengan memanjatkan
puji dan syukur kehadirat ilahi robbi kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya sehingga
penyusun dapat menyelesaikan makalah "OLAHRAGA ATLETIK", yang menurut
penyusun dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita khususnya bagi yang
membaca makalah ini.
Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa
makalah ini masih banyak kekurangan dan masih sangat jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran kami harapkan.
Akhir kata penyusun berharap semoga
apa yang telah penyusun kemukakan ini akan berguna bagi kami maupun bagi
pembaca umumnya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Banjar, 21
September 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar....................................................................................................i
Daftar Isi...................................................................................................ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...............................................................................................1
B. Rumusan
Masalah..........................................................................................1
C. Hipotesis........................................................................................................1
D.
Tujuan............................................................................................................1
E. Metode
Penulisan...........................................................................................1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Atletik..........................................................................................2
B. Sejarah
Atletik...............................................................................................2
C. Nomor – nomor
yang di Perlombakan...........................................................9
D. Peraturan
Perlombaan Secara Khusus……………………………………...9
E. Nomor Lapangan………………………………………………………......10
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan...................................................................................................12
B.
Saran..............................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................13
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Atletik adalah cabang olahraga yang di dalamnya terdiri atas nomor
jalan, lari, lempar, dan lompat. Kata atletik berasal dari bahasa Yunani athlon
yang berarti “berlomba”. Atletik merupakan cabang olahraga yan diperlombakan
pada Olimpiade Pertama pada 776 SM
Dalam
Olimpiade, atletik merupakan salah satu olahraga yang paling banyak menyediakan
medali emas. Setiap pemecahan rekor dalam cabang olahraga atletik merupakan
suatu catatan sejarah di setiap olimpiade.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana
sejarah atletik di dunia?
2. Apa saja
atletik itu?
C. HIPOTESIS
1. Olah raga
Atletik mula-mula di populerkan oleh bangsa Yunani kira-kira pada Abad ke-6 SM.
Orang yang berjasa mempopulerkannya adalah Iccus dan Herodicus. Atletik yang
terkenal sekarang sudah lain dari pada yang dilakukan oleh bangsa Yunani dulu.
2. jalan cepat,
marathon, sprint, lari jarak jauh, lompat jauh, lombat gala, lempar lembing, event,
lari gawang
D. TUJUAN
Mengetahui
tentang atletik di dunia dan sejarah nya
serta peraturan – peraturan nya.
E. METODE PENULISAN
Metode yang di
gunakan dalam pembuatan makalah ini adalah dengan cara browsing atau mencari
dari internet dan mencari di buku sebagai bahan dari pembuatan makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN ATLETIK
Istilah
“atletik” berasal dari kata Yunani “athlon” yang berarti berlomba atau
bertanding. Kita dapat menjumpai pada kata “penthalton” yang terdiri dari kata
“pentha” berarti lima atau panca dan kata “athlon” berarti lomba. Arti
selengkapnya adalah “panca lomba” atau perlombaan yang terdiri dari lima nomor.
Kalau kita
mengatakan perlombaan atletik, pengertiannya adalah meliputi perlombaan jalan
cepat, lari, lompat, dan lempar, yang dalam bahasa Inggris digunakan istilah “track
and field”. Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti perlombaan yang
dilakukan di lintasan (track) dan di lapangan (field). Istilah “athletic” dalam
bahasa Inggris dan “atletik” dalam bahasa jerman mempunyai pengertian yang luas
meliputi berbagai cabang olahraga yang bersifat perlombaan atau pertandingan,
termasuk renang, bola basket, tenis, sepakbola, senam dan lain-lain.
B. SEJARAH ATLETIK DUNIA
Atletik berasal
dari kata Yunani yaitu Atlon,Atlun yang berarti pertandingan atau perjuangan. Jadi
atletik menurut Ensoklopedi Indonesia berarti Pertandingan dan Olah raga pada
Atletik. Atletik yaitu suatu Cabang olah raga mempertandingkan
Lari,Lompat,Jalan dan Lempar. Olah raga Atletik mula-mula di populerkan oleh
bangsa Yunani kira-kira pada Abad ke-6 SM. Orang yang berjasa mempopulerkannya
adalah Iccus dan Herodicus. Atletik yang terkenal sekarang sudah lain dari pada
yang dilakukan oleh bangsa Yunani dulu. Tetapi walaupun demikian dasarnya tetap
sama yaitu Berjalan, lari, lompat dan lempar. Karena mempunyai berbagai unsur
inilah atletik dikatakan sebagai ibu dari segala cabang Olah raga. Mengandung
berbagai unsur gerakan sehari-hari. Pada zaman Primitif sangat penting artinya
untuk mencari nafkah dan mempertahankan hidup. Mereka hidup dengan berburu
binatang liar, diperlukan ketangkasan, kecepatan dan kekuatan. Pandangan hidup
pada zaman itu adalah yang kuat;yang berkuasa sehingga untuk dapat tetap hidup
dan mempertahankan diri mereka harus berlatih jasmani.
Pada zaman
Yunani dan Romawi kuno telah terlihat arah latihan jasmani. Istilah atletik ini
juga bisa dijumpai dalam berbagai bahasa antara lain dalam bahasa Inggris
Athletic, dalam bahasa Perancis Ateletique, dalam bahasa Belanda Atletiek,
dalam bahasa Jerman Athletik. Untuk dapat memahami pengertian tentang Atletik,
tidaklah lengkap jika tidak diketahui sejarah atau riwayat istilah atletik
serta perkembangannya sebagai salah satu cabang olahraga mulai zaman purbakala
sampai zaman modern ini. Memahami sejarah tidak hanya sekedar untuk pengertian
dan pengetahuan tetapi mengetahui dan mengikuti perkembangan atletik sejak
zaman kuno sampai dengan zaman sekarang. Dengan mengetahui kejadian-kejadian
pada masa lampau, dapat diambil hikmahnya untuk menentukan langkah-langkah
dimasa yang akan datang.
A. Atletik pada zaman kuno
Atletik yang
meliputi Jalan,Lari,Lompat dan Lempar boleh dikatakan cabang olah raga yang
paling tua, sama tuanya dengan manusia pertama di dunia, sebab manusia pertama
didunia sudah harus berjalan,lari,lompat dan lempar untuk mempertahankan
hidupnya. Sebagai contoh pada zaman Primitif manusia mencari makan di hutan,
tiba-tiba bertmu dengan binatang buas. Apakah yang akan dilakukannya jika tidak
menggunakan senjata? Tentu akan lari secepat-cepatnya untuk menghindarkan diri
dari terkaman binatang buas itu, dan kalau pada waktu melepaskan diri ada benda
yang merintanginya tentu ia akan melompatinya. Bila ia membawa senjata misalnya
tombak,atau sempat memungut kayu atau batu, maka senjata tersebut akan
dilemparkannya kepada binatang buas tersebut. Dalam contoh tersebut manusia
telah mempergunakan kecakapan lari, lompat dan lempar untuk mempertahankan diri
dari terkaman binatang buas. Lari,lompat dan lempar adalah suatu bentuk gerakan
yang tidak ternilai artinya bagi hidup manusia. Gerakan itu semuanya ada dalam olahraga atletik. Bahkan
gerakan-gerakan tersebut menjadi dasar dan intisari dari semua cabang olahraga.
Itulah sebabnya atletik disebut sebagai “Ibu Olahraga”.
Lari sebagai
olahraga dalam bentuk perlombaan sudah dikenal oleh bangsa Mesir Purba pada
tahun 1500 SM, sedangkan bangsa Asyria Purba dan Babylonia Purba di Mesopotamia
pada tahun 100 SM. Pada tahun 776 SM bangsa Yunani Purba sudah mengadakan pesta
olahraga secara teratur dalam waktu yang telah ditentukan. Pesta olahraga tersebut
mula-mula tidak dimaksudkan sebagai olahraga, tetapi sebagai upacara
peringatan, yaitu memperingati orang-orang yang telah meninggal setelah masa 4
tahun. Orang Yunani mempunyai kepercayaan bahwa rohroh yang telah meninggal,
selalu mengembara kemana-mana ketempat kediamannya, dimana ia pernah hidup.
Roh-roh itu akan merasa gembira apabila melihat hal-hal yang menyenangkan
hatinya ketika ia masih hidup. Oleh karena itu tiap 4 tahun sekali bangsa
Yunani mengadakan pesta untuk menghormati leluhur dan dewadewanya.
Dalam pesta
tersebut diadakan permainan-permainan gerak badan yang oleh bangsa Yunani
disebut Gymnastiek karena dilakukan dalam keadaan gymnos yang artinya
telanjang. Dari Gymnastiek itulah terjadinya suatu pertandingan (athlon) yang
sering disebut juga dengan Agonistik (kepandaian bergumul). Permainan yang
terkenal dalam pesta tersebut diantaranya permainan yang disebut Pentathlon
yaitu pertandingan lari,melompat,melempar lembing dan bergumul yang disatukan
dalam suatu pertandingan olahraga. Pentathlon atau Panca lomba ini merupakan
pertandingan yang utama didalam perlombaan nasional di Negeri Yunani waktu itu.
Menurut para
ahli sejarah , atletik sudah dilakukan di Negeri Yunani pada abad ke-6 sebelum nabi Isa AS lahir. Pendapat ini
berdasarkan lukisan yang terdapat pada jambang-jambang zaman itu dan dari
tulisan ahli filsafat yang bernama Xenophenes. Perkembangan atletik pada waktu
itu sangat erat hubungannya dengan perlombaan di Yunani yang mengalami Zaman
keemasan kira-kira tahun 500-400 SM. Mulai dari itu munculnya dua orang bangsa
Yunani yang bernama Iccus dan Herodicus yang disebut-sebut sebagai peletak
dasar dari latihan yang mengkhususkan
satu bagian atau satu nomor saja, seperti latihan untuk lari cepat,
melempar dan melompat.
Sampai abad
ke-12 sesudah Masehi atletik belum banyak diketahui oleh masyarakat. Beberapa
kejadian atau peristiwa yang diketahui adalah sebagai berikut :
Tahun 1154 : Tanah-tanah
yang terbuka di kota London dipergunakan oleh penduduknya untuk atletik.
Tahun 1330 : Raja
Inggris Edward III melarang rakyatnya melakukan atletik.
Tahun 1414 : Raja
Inggris mengizinkan lagi bagi rakyatnya untuk melakukan atletik.
Tahun 1917 : Perkumpulan
atletik yang pertama didirikan di negeri Inggris oleh Captain Mason.
Perkumpulan ini bernama Necton Guild
Tahun 1834 : Syarat
minimum untuk mengikuti pertandingan ditetapkan oleh suatu badan seperti : 440
yards – 60 detik ; 1 mil – 5 menit.
Tahun 1855 : Buku
atletik mengenai lari cepat , diterbitkan untuk pertama kalinya.Tanah-tanah
yang terbuka di kota London dipergunakan oleh penduduknya untuk atletik.
Tahun 1860 di
San Fransisco didirikan suatu perkumpulan atletik yang bernama Olympiade Club,
yang disebut sebagai perkumpulan yang pertama di Amerika. Di Inggris kejuaraan
atletik untuk pertama kalinya dilangsungkan pada tahun 1866. Sesudah itu
atletik mulai tersebar keseluruh dunia. Kejuaraan atletik di Amerika Serikat di
selenggarakan oleh New York Athletic Club dalam tahun 1868. Pada perlombaan ini
atlet-atlet untuk pertama kalinya memperkenalkan Spikes (sepatu14berpaku)
kepada dunia atletik di negeri Belanda, atletik telah diperlombakan pada tahun
1878 dan tahun 1901 didirikan suatu perkumpulan atletik seluruh Negara Belanda.
B .Berdirinya
Organisasi Atletik
Awal abad XIX
merupakan masa menggeloranya kembali semangat berolahraga dikalangan masyarakat
luas, termasuk berkembangnya olahraga atletik. Perkumpulan-perkumpulan atletik
mulai dibentuk. Perlombaan-perlombaan atletik banyak diselenggarakan. Di
Inggris pada tahun 1817 didirikan perkumpulan atletik yang pertama oleh Captain
Mason dengan nama Necton Guild. Pada tahun 1834 syarat minimum untuk mengikuti
perlombaan ditetapkan oleh badan/komite,misalnya syarat minimum untuk lari 440
yards = 60 detik,l lari 1 mil = 5 menit.
Pada tahun 1855
untuk pertama kalinya diterbitkan buku mengenai lari cepat (sprint) Inggris
menyelenggarakan perlombaan antarnegara di Eropa,terutama antara Inggris dengan
Perancis. Pada tahun 1860 perkumpulan atletik yang pertama di Amerika Serikat
didirikan di San Fransisco dengan nama Olympic Club. Kejuaraan atletik di
Amerika Serikat baru diselenggarakan pada tahun 1868 oleh New York Athletic
Club. Setelah itu sering diadakan perlombaan-perlombaan atletik antara Amerika
Serikat dengan negara-negara Eropa.
Persatuan atletik yang menghimpun perkumpulan-pekumpulan atletik mulai
dibentuk.
• Tahun 1880 di
Inggris berdiri British Amateur Athletic Board.
• Tahun 1887 di
New Zealand berdiri New Zealand Amateur Athletic Association.
• Tahun 1899 di
Belgia berdiri Ligue Royale d’Athletime dan di Canada Track and Field
Association.
• Tahun 1885 di
Afrika selatan berdiri South African Amateur Athletic Union dan d
• Swedia
berdiri Svenska Fri-Idrotts Forbunder.
• Tahun 1896 di
Norwegia berdiri Norges Fri-Idrettsfor-bund.
• Tahun 1897 di
Australia berdiri The Amateur Athletic Union of Australia, di Czechoslovikia
berdiri Ceskoslovensky Athleticky Svanz, di Yunani berdiri Association
Haenengue d’Athletikai Szovetse.
• Tahun 1911 di
Belanda berdiri Koninklijke Nederlandeseh Athleriek Unie.
Sampai saat ini
tidak kurang dari 170 negara telah membentuk organisasi atletik yang menjadi
induk perkumpulan-perkumpulan atletik di setiap negara. Perlombaan atletik
telah sering diselenggarakan, demikian pula perlombaan antar negara tetapi
belum ada peraturan perlombaan yang seragam sehingga sering timbul perselisihan
paham dalam menentukan pemenang. Baru pada tanggal 17 Juli 1912 tiga hari
setelah selesai nya perlombaan atletik pada Olympiade Modern V di Stockholm
tokoh-tokoh atletik dari 17 negara yang mengikuti Olympiade dari Amerika
Serikat, Australia, Austria, Belgia, Canada, Chili, Denmark, Finlandia,
Hongaria, Inggris, Jerman, Mesir, Norwegia, Perancis,Rusia, Swedia dan Yunani,
berdiskusi untuk membentuk suatu badan Internasional Atletik yang membuat
peraturan-peraturan dan penyelenggaraan perlombaan atletik yang lengkap.
Badan tersebut
didirikan dengan nama International Amateur Athletic Federation (IAAF), sebagai
ketua adalah J. Sigfrit Edstrom dengan sekretaris Jendral merangkap Bendahara
(Honorary Secretary-Treasurer): Kristian Henstrom keduanya dari Swedia.
Peraturan teknis untuk perlombaan internasional yang pertama disahkan pada
kongres yang ketiga tahun 1914 di Lyon Perancis. Sejak terbentuknya IAAF ini
penyelenggaraan perlombaan-perlombaan atletik semakin baik, terutama dalam segi
pengorganisasian.
C .Macam –
macam Atletik
Antara lain
adalah, jalan cepat, marathon, sprint, lari jarak jauh, lompat jauh, lombat
gala, dan lain-lain.
A. Estapet
Lari ini
berjarak 400 m. Lari estapet adalah lomba antar tim. Inilah satu-satunya lomba
beregu yang ada di cabang atletik. Ada 4 orang atlet lari terpilih di setiap
timnya. Pelari tercepat di tim tersebut akan mengambil posisi terakhir.
Kondisi kritis
kadang terjadi ketika seorang pelari memberikan tongkat kepada pelari
berikutnya. Kalau tongkat tersebut terjatuh, maka sepersekian detik terbuang
percuma.
B. Lompat Gala
Walaupun cabang
atletik satu ini tidak terlalu terkenal, lompat gala mempunyai tingkat
kesulitan khusus. Bila teknik melompat salah, gala yang dipakai dapat saja
mengenai tubuh atlet yang bisa menyebabkan luka serius. Gala yang mempunyai
panjang 4-5 meter terbuat dari fiberglass -dulunya terbuat dari bambu.
Setiap pelompat
mempunyai kesempatan tiga kali untuk melewati mistar yang dinaikan 8-15 cm.
Bila lompatan ketiga gagal, maka pelompat tersebut didiskualifikasi.
C. Maraton
Olahraga
atletik ini sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat. Saking terkenalnya
olahraga yang biasanya menempuh jarak 42 km, 195 meter, sehingga ada perlombaan
maraton yang mampu menyedot ribuan orang untuk menontonnya.
Misalnya lomba
maraton tahunan yang diselenggarakan di Boston, Massachusetts; London, Inggris;
Berlin, Jerman; and New York. Hadiah yang disediakan oleh penyelenggara pun
cukup menggiurkan. Bisa jutaan rupiah atau ribuan dolar Amerika.
D. Sprint atau Lari Jarak Dekat
Bila diadakan
dalam ruangan, jarak yang ditempuh biasanya, 50 meter, 60 meter, 100 meter, 200
meter, 400 meter. Di luar ruangan, jarak yang ditempuh biasanya, 100 meter, 200
meter, dan 400 meter. Sprint merupakan olah raga utama di atletik. Begitu
banyak sensasi yang terjadi di olah raga ini.
Pemecahan rekor
dunia yang mencapai di bawah 10 detik, benar-benar membuat mata para penonton
tidak berkedip melihat para pelari tercepat dunia berlaga di arena lintasan
lari.mTubuh-tubuh atlet yang tipis dengan rambut cepak untuk mempermudah aliran
udara, pakaian khusus yang bisa membuat para pelari berlari lebih cepat dan
cepat lagi, membuat sprint semakin tegang dan menantang untuk dilihat
E. Lompat Jauh
Olah raga satu
ini sebenarnya sangat sederhana. Tapi kenyataannya tidak mudah untuk
melambungkan tubuh agar bisa mencapai jarak yang sejauh-jauhnya. Atlet lompat
jauh berlari dari jarak 45 meter, lalu melompat ke lintasan yang telah
ditentukan. Banyak atlet yang didiskualifikasi karena melewati garis lompatan.
F. Lempar Lembing
Olah raga ini
tidak terlalu populer tapi tetap menarik untuk dibicarakan. Atlet memegang
lembing dan melemparkannya setelah memulai gerakan hanya sejauh 4 meter.
Panjang lembing untuk atlet pria, 260 meter, sedangkan untuk atlet wanita, 220
meter aja. Cukup panjang. Mmebutuhkan ketahanan tubuh dan kekuatan fisik yang
sempurna untuk mampu melemparkan lembing tersebut sejauh-jauhnya.
G. Jalan cepat
Adalah gerak
maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Setiap kali
melangkah kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan
tanah. Saat melangkah satu kaki harus berada di tanah, maka kaki tersebut harus
lurus/ lutut tidak bengkok dan tumpuan kaki dalam keadaan posisi tegak lurus.
H. Event
Ada variasi
lain selain yang ditulis dibawah, tetapi lomba dengan panjang tidak biasa
(contohnya 300m) dilangsungkan lebih jarang. Balapan yang tidak lazim biasanya
digelar selama musim indoor karena lintasan 200m dalam riangan. Dengan
pengecualian lari mil, lomba berdasarkan jarak kerajaan jarang sekali digelar
di lintasan sejak kebanyakan lintasan diubah dari seperempat mil (402,3m) ke
400m. Hampir semua catatan rekor untuk jarak kerajaan tidak dilangsungkan
kembali. Bagaimanapu, IAAF dalam buku rekornya masih memasukan rekor dunia mil
(dipegang oleh Hicham El Guerroj dari Maroko dan Svetlana Masterkova dariRusia
untuk wanita) karena perbedaan signifikan yang mendunia.
• Event Lintasan –event lari di lintasan 400m.
• Sprint: event
yang termasuk 400m. Event yang umum adalah 60m (hanya didalam ruangan), 100m,
200m dan 400m.
• Jarak
Menengah: event dari 800m sampai 3000m, 800m, 1500m, satu mil dan 3000m.
• Lari berintang – lomba (biasanya 300m) dimana
pelarinya harus melewati rintangan seperti penghalang dan rintangan air.
• Jarak Jauh: berlari diatas 5000 m. Biasanya
5000 m dan 10000 m. yang kurang lazim ialah 1, 6, 12, 24 jam perlombaan.
• Halang Rintang: 110 m halang rintang tinggi
(100 m untuk wanita) dan 400 m haling rintang menengah (300 m di beberapa SMA).
• Estafet: 4 x 100m estafet, 4 x 400 m estafet
, 4 x 200 m estafet , 4 x 800 m estafet , dll. Beberapa event, seperti estafet
medley, jarang dilangsungkan kecuali estafet karnaval besar.
• Lari jalanan: dilangsungkan di jalanan
terbuka, tapi biasanya diakhiri di lintasan. Event biasa adalah 5km, 10km,
setengah marathon dan marathon.
• lomba jalan cepat event biasa adalah
10km, 20 km dan 50 km.
• tolak peluru
• lempar peluru
• lempar lembing
• lempar cakram
• lompat tinggi
• lompat galah
• lompat jauh
• lompat ganda
I. Lari Gawang
Gerakan lari
gawang, baik itu 100m, 110m, 200m, 400m putri atau 400m untuk putra, Pada waktu
pengambilan gawang atau melampaui gawang, harus dilakukan dengan cepat dan
secara berurutan, lancar dan rilaks, diusahakan tidak melayang terlalu lama
sehingga kecepatan dapat dipertahankan. Usahakan waktu diatas gawang dalam
keseimbangan yang sebaik-baiknya, dengan badan condong ke depan.
Hal yang perlu
diperhatikan pada waktu melewati gawang :
Bertolak dari
jarak 1,95 – 2,15 m di depan gawang, kaki lurus mendarat ± 1,05 – 1,45 m di
depan gawang. Ayunan kaki ke depan dengan lutut yang tidak kaku. Lengan
diayunkan sewajarnya, lengan di depan didorong ke depan setinggi mata lainya
dan dipergunakan untuk menjaga keseimbangan. Bungkukkan badan ke depan mendapat
paha dari kaki yang diayunkan ke depan. Sehingga pada waktu di atas gawang
kecondongan badan dipertahankan. Di atas gawang kaki belakang ditarik ke depan
dengan gerakan yang beruntun, posisi kaki terlipat, paha terbuka ke samping,
telapak kaki diputar kearah luar, dan rata-rata di atas gawang. Usahakan waktu melampaui
gawang titik ketinggian berada tepat di atas gawang, tidak di depan atau
dibelakang gawang. pusatkan Posisi Pandangan ke depan bagian atas gawang.
Star dan
mengambil gawang pertama merupakan hal yang menentukan bagi seorang pelari
gawang, terutama lari gawang 100 meter wanita dan 110 meter pria. Star harus
dilakukan dengan kecepatan tinggi dan tidak mengurangi kecepatan saat mengambil
gawang pertama. kelancaran mengambil gawang pertama ini sangat berpengaruh pada
pengambilan gawang berikutnya.
C. NOMOR – NOMOR YANG DI PERLOMBAKAN
Dalam
Pertandingan - pertandingan resmi Olahraga atletik sering sekali di
perlombakan. Karena atletik merupak olah raga yang banyak dan sering di
pelajari di sekolah - sekolah. Dalam olahraga atletik banyak nomor - nomor di
lombakan
Cabang yang
disebut induk atau ibu dari olahraga adalah atletik. Nomor yang diperlombakan
dalam atletik ada beberapa macam, diantaranya adalah :
lari, lempar,
lompat, dan tolak.
Nomor lari
jarak pendek adalah 100, 200, 400 m, sedangkan jarak menengah yang dilombakan
adalah 800 m dan 1500 m. Untuk jarak jauh adalah 300, 5000, 10000 m, dan
marathon (42,195 km).
Sedangkan untuk
lempar adalah lempar cakram, lempar martil, untuk tolak adalah tolak peluru,
dan lompat adalah lompat jauh, lompat tinggi, lompat galah, lompat jangkit.
Dalam
perlombaan lari jarak menengah, pelari menggunakan start melayang. Yang bukan
merupakan faktor penting dalam berlatih lari jarak menengah adalah gaya. Lebar
lintasan lempar lembing adalah 4 meter. Nomor lempar lembing disebut juga
javelin throw. Yang membedakan gaya dalam lompat jauh adalah pada saat melayang
di udara. Induk Organisasi Atletik Nasional adalah PASI.
D. PERATURAN PERLOMBAAN SECARA KHUSUS
1. Setiap daerah hanya diijinkan
mengikutsertakan maksimal 1 (satu) orang atlet pada setiap kelompok umur.
2. Peserta yang
mengikuti nomor pertandingan khusus atlet putra.
3. Dalam
pertandingan/saat start akan memberlakukan 1 kali peringatan dan akan
diskualifikasi/dikeluarkan atlit tersebut, apabila kedapatan mencuri start pada
peringatan ke‐2 (kedua) juga berlaku untuk semua peserta.
4. Lomba
mempertandingkan nomor lari 3000 meter, untuk 2 (dua) kategori kelompok umur
yakni kurang ( < ) dari 40 tahun dan lebih ( > ) dari 40 tahun.
5. Protes
menyangkut suatu hasil perlombaan dapat diajukan paling lambat 30 menit setelah
suatu hasil perlombaan di umumkan secara resmi oleh panitia.
6. Setiap
protes tingkat pertama dapat diajukan secara lisan oleh atlet yang bersangkutan
atau manajer atas nama atlet tersebut kepada wasit. Kemudian wasit akan
mempertimbangkan dengan disertai bukti‐bukti yang cukup dan dianggap perlu untuk diambil keputusan atau
akan meneruskannya kepada panitia Hakim/Dewan Hakim.
7. Apabila
keputusan wasit atas protes yang baru diajukan, ternyata tidak bisa diterima
oleh pihak yang mengajukan protes, si pengadu dapat naik banding kepada Dewan
Hakim.
8. Pengajuan
protes ke Dewan Hakim dilakukan oleh team manajer secara tertulis, dengan
disertai uang protes sebesar US$ 100.0 ( sesuai nilai rupiah itu) sesuai dengan
pasal 146 peraturan IAAF.
9. Semua
peserta perlombaan dianggap telah mengetahui dan mengerti isi
peraturantersebut.
E. NOMOR LAPANGAN
1. Nomor
Lintasan terdiri dari:
1. lari ( Sprint)
2. Jalan ( Run )
2. Nomor
Lapangan terdiri dari:
1. Lompat (Jump)
2. Lempar (Throw)
1-1. Lari
Dalam nomor lari terdiri dari:
- lari jarak pendek = 100, 200, 400 meter
- lari jarak menengah = 800 , 1500 meter
- lari jarak jauh = 5000, 10000 meter dan
marathon 42,195 km
1-2. Jalan
Cepat
-
terdiri dari jarak mulai 3000m, 5000m, 10.000m, 20.000m, 50.000 m
2-1 Nomor
Lompat
Terdiri dari :
- Lompat jauh ( long jump)
- Lompat jangkit ( triple jump)
- lompat tinggi ( high jump)
- Lompat galah ( Pole Vault )
2-2 Nomor Lempar
- Tolak Peluru (Shot Put )
- Lempar Cakram ( Discus Throw)
- Lempar Lembing ( Javelin throw )
- Lontar Martil (hammer throw)
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
- Atletik merupakan cabang olahraga yang
meliputi lari, lompat dan lempar.
- Atletik merupakan
induk dari semua cabang olahraga karena hampir semua gerakan terdapat dalam
atletik.
B. SARAN
Kami menyadari akan kekurangan dari makalah yang kami buat ini, untuk itu kami
mengaharapkan saran dari pembaca demi menyempurnakan makalah yang kami buat ini
agar dapat bermanfaat bagi semua orang khususnya yang membaca.
DAFTAR PUSTAKA
Comments
Post a Comment
Hello