LAPORAN PEMBERDAYAAN KOMUNITAS DI
SEKOLAH PALANG MERAH REMAJA
Diajukan untuk memenuhi tugas
Sosiologi

Di susun oleh : Kelompok 3
- Ayu Lestari
- Aldi Dwi Putra
- Dian Puspita Sari
- Muhamad Iqbal
- Nizar Fauzan
PEMERINTAH KOTA
BANJAR
DINAS PENDIDIKAN
DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1
BANJAR
Jalan K.H Mustafa No.1 Tlp (0265) 741192 Banjar 46311
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT. atas
berkat rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini
dengan sebaik-baiknya.
Di dalam makalah ini, saya telah berusaha menguraikan
sebaik mungkin semua hal yang berkaitan dengan pemberdayaan komunitas di
sekolah. Besar harapan kami agar pembaca mampu memahami lebih jauh tentang
berbagai hal yang berkaitan dengan hal tersebut.
Akan tetapi, kami menyadari bahwa di dalam laporan
ini, masih terdapat banyak kekurangan yang tentunya mengakibatkan makalah ini
masih dikatakan jauh dari sempurna. Maka dari itu, kami harapkan pembaca dapat
memaklumi serta memberi kritik dan saran yang membangun demi terwujudnya
makalah yang lebih baik di masa yang akan datang.
Banjar,19 Februari
2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………....2
DAFTAR
ISI………………………………………………………………………………......3
BAB I :
PENDAHULUAN........................................................................................................4
A. PENDAHULUAN………………………………………………..……..................4
B. RUMUSAN
MASALAH.........................................................................................5
BAB II :
PEMBAHASAN……………………………………………………………….........6
A. LATAR BELAKANG MUNCULNYA PMR DI SEKOLAH…............................6
B. PROGRAM KERJA SELAMA
SATU TAHUN...................................................12
C. KENDALA KOMUNITAS
PMR..........................................................................12
D. SOLUSI MENGAHADAPI
PERMASALAHAN.................................................12
BAB III :
PENUTUP…………………………………………………………………….......
A. KESIMPULAN…………………………………………………………………........
B. SARAN…………………………………………………………………………........
BAB 1
PENDAHULUAN
Sejarah
Palang Merah Remaja (PMR) ARTI PALANG MERAH : Suatu perhimpunan yang anggotanya
memberikan pertolongan secara sukarela kepada setiap manusia yang sedang
menderita tanpa membeda – bedakan bangsa, golongan, agama dan politik.Sejarah
berawal dengan pecahnya perang antara pasukan Perancis dan Italia
melawanAustria pada tahun 1859 di Selferino (Italia Utara), Henry Dunant
menyaksikan terjadinya perang tersebut dimana banyak korban perang yang tidak
mendapat pertolongan, sehingga timbul ide atau gagasan untuk memberi
pertolongan kepada korban perang tersebut. Pengalaman selama beberapa hari
bergelut di medan perang, ia tuangkan di dalam buku yang ditulisnya pada tahun
1962 bejudul “ A Memory of Solferino “ (Kenangan di Solferino). Buku tersebut
berkisah tentang kondisi yang ditimbulkan oleh peperangan dan mengusulkan agar
dibentuk satuan tenaga sukarela yang bernaung di bawah suatu lembaga yang
memberikan pertolongan kepada orang yang terluka dimedanperang. di latar
belakangi oleh terjadinya Perang Dunia II (1859) pada waktu itu Austria dan
Francis sedang mengalami peperangan. Karena kekurangan tenaga untuk memberikan
bantuan, akhirnya mengerahkan anak-anak sekolah supaya turut membantu sesuai
dengan kemampuannya. Mereka diberikan tugas – tugas ringan seperti mengumpulkan
pakaian-pakaian bekas dan majalah-majalah serta Koran bekas. Anak-anak tersebut
terhimpun dalam suatu badan yang disebut Palang Merah Pemuda (PMP) kemudian
menjadi Palang Merah Remaja (PMR).Pada tahun 1919 di dalam sidang Liga
Perhimpunan Palang Merah Internasional diputuskan bahwa gerakan Palang Merah
Remaja menjadi satu bagian dari perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
Kemudian usaha tersebut diikuti oleh negara-negara lain. Dan pada tahun 1960,
dari 145 Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sebagian besar sudah
memiliki Palang Merah Remaja.Di Indonesia pada Kongres PMI ke-IV tepatnya bulan
Januari 1950 di Jakarta, PMI membentuk Palang Merah Remaja yang dipimpin oleh
Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman. Pada tanggal 1 Maret 1950 berdirilah
Palang Merah Remaja secara resmi di Indonesia.Palang Merah Remaja atau PMR
adalah organisasi kepemudaan binaan dari Palang Merah Indonesia yang berpusat
di sekolah-sekolah dan bertujuan memberitahukan pengetahuan dasar kepada siswa
sekolah dalam bidang yang berhubungan dengan kesehatan umum dan Pertolongan Pertama
Pada Kecelakaan.Untuk mendirikan atau menjadi anggota palang merah remaja
disekolah, harus diadakan Pendidikan dan Pelatihan Diklat untuk lebih mengenal
apa itu sebenarnya PMR dan sejarahnya mengapa sampai ada di Indonesia, dan pada
diklat ini para peserta juga mendapatkan sertifikat dari PMI. Dan baru dianggap
resmi, menjadi anggota palang merah apabila sudah mengikuti.
RUMUSAN MASALAH
1.
Apa yang menjadi latar belakang PMR di Sekolah ?
2.
Apa saja program kerja yang dilakukan selama satu tahun ?
3.
Kendala apa yang sering dihadapi selama menjabat sebagai pengurus ?
4.
Bagaimana solusi untuk menghadapi permasalahan tersebut ?
BAB 2
PEMBAHASAN
A.
LATAR BELAKANG PMR DI SEKOLAH
Di latar belakangi oleh terjadinya Perang Dunia II (1859)
pada waktu itu Austria dan Francis sedang mengalami peperangan. Karena
kekurangan tenaga untuk memberikan bantuan, akhirnya mengerahkan anak-anak
sekolah supaya turut membantu sesuai dengan kemampuannya. Mereka diberikan
tugas – tugas ringan seperti mengumpulkan pakaian-pakaian bekas dan
majalah-majalah serta Koran bekas. Anak-anak tersebut terhimpun dalam suatu
badan yang disebut Palang Merah Pemuda (PMP) kemudian menjadi Palang Merah
Remaja (PMR).
Pada tahun 1919 di dalam sidang Liga Perhimpunan Palang
Merah Internasional diputuskan bahwa gerakan Palang Merah Remaja menjadi satu
bagian dari perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Kemudian usaha
tersebut diikuti oleh negara-negara lain. Dan pada tahun 1960, dari 145
Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sebagian besar sudah memiliki
Palang Merah Remaja.
Di Indonesia pada Kongres PMI ke-IV tepatnya bulan
Januari 1950 di Jakarta, PMI membentuk Palang Merah Remaja yang dipimpin oleh
Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman. Pada tanggal 1 Maret 1950 berdirilah
Palang Merah Remaja secara resmi di Indonesia.
Palang Merah Remaja atau PMR adalah organisasi
kepemudaan binaan dari Palang Merah Indonesia yang berpusat di sekolah-sekolah
dan bertujuan memberitahukan pengetahuan dasar kepada siswa sekolah dalam
bidang yang berhubungan dengan kesehatan umum dan Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan.
Untuk mendirikan atau menjadi anggota palang merah
remaja disekolah, harus diadakan Pendidikan dan Pelatihan Diklat untuk lebih
mengenal apa itu sebenarnya PMR dan sejarahnya mengapa sampai ada di Indonesia,
dan pada diklat ini para peserta juga mendapatkan sertifikat dari PMI. Dan baru
dianggap resmi menjadi anggota palang merah apabila sudah mengikutiseluruh
kegiatan yang diadakan oleh palang merah remaja disekolah.
PMI
mengeluarkan kebijakan pembinaan PMR:
1. Remaja merupakan prioritas pembinaan, baik dalam
keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan.
2. Remaja berperan penting dalam pengembangan kegiatan
kepalangmerahan.
3. Remaja berperan penting dalam perencanaan,
pelaksanaan kegiatan dan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI.
4. Remaja adalah kader relawan.
5. Remaja calon pemimpin PMI masa depan.
Tujuan pembinaan dan pengembangan PMI masa depan:
1. Penguatan kualitas remaja dan pembentukan karakter.
2. Anggota PMR sebagai contoh dalam berperilaku hidup
sehat bagi teman sebaya.
3. Anggota PMR dapat memberikan motivasi bagi teman
sebaya untuk berperilaku hidup sehat.
4. Anggota PMR sebagai pendidik remaja sebaya.
5. Anggota PMR adalah calon relawan masa depan
Palang Merah Remaja (PMR) adalah wadah promosi dan
pengembangan anggota muda dari PMI, PMI selanjutnya disebut PMR.Terdapat di
kota atau kabupaten di Indonesia, dengan lebih dari 5 juta orang, anggota PMR
merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan kesiapsiagaan
bencana kemanusiaan dan di sektor kesehatan, mempromosikan prinsip-prinsip
dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional, dan
mengembangkan kapasitas organisasi PMI.
Palang Merah Remaja (PMR) : Image Source By Youtube
Kebijakan PMI dan federasi pembinaan muda yang :
Perkembangan remaja adalah prioritas, baik dalam
keanggotaan dan kegiatan kepalangmerahan. Remaja memainkan peran penting dalam
pengembangan kegiatan kepalangmerahan. Remaja memainkan peran penting dalam
perencanaan, pelaksanaan dan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI.
Remaja adalah kader relawan. Remaja calon pemimpin PMI di masa depan. Palang
Merah Remaja atau PMR adalah organisasi dibangun dari Palang Merah Indonesia,
yang berbasis di sekolah atau kelompok masyarakat (studio, kelompok belajar,
dll) itu bertujuan untuk membangun dan mengembangkan karakter kepalangmerahan
untuk siap menjadi relawan PMI di masa depan.
Karakteristik PMR Bersih, Sehat, Kepemimpinan, Caring,
Kreatif, Kerja Sama, ramah dan ceria. Keanggotaan dan tingkat PMR Di Indonesia,
ada 3 tingkatan PMR sesuai dengan tingkat pendidikan atau usia PMR Mula adalah
PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Dasar (10-12 tahun). Warna slayer
hijau muda. PMR Madya adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah
Menengah Pertama (12-15 tahun). Warna slayer biru langit. PMR Wira adalah PMR
dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Atas (15-17 tahun). Warna
slayer kuning cerah. Hak Dan Kewajiban PMR
Hak
PMR
1. Dapatkan
kartu anggota.
2. Dapatkan
pembinaan dan pengembangan PMI.
3. Ekspresi
dalam forum rapat atau pertemuan PMI melalui PMI.
4. Memperoleh
pengakuan serta penghargaan sesuai dengan prestasi.
Kewajiban
1. Membayar
iuran keanggotaan.
2. Melaksanakan
Tri Bakti PMR.
3. Menjalankan
dan membantu mensosialisakan prinsip-prinsip dasar gerakan PMR dan bulan sabit
merah internasional.
4. Mematuhi
AD / ART PMI menjaga nama baik dan kehormatan PMI.
Peran
dan Fungsi PMR
Keterlibatan anggota muda PMI dalam kegiatan Tri Bakti
PMR disesuaikan dengan kompetensi dan minat mereka, serta kebutuhan untuk PMI
dan remaja. Dalam merancang dan melaksanakan kegiatan, mereka bermain fungsi
yang berbeda. PMR Mula berfungsi sebagai kepemimpinan sebaya, yang bisa menjadi
model / model keterampilan hidup sehat bagi teman sebaya. PMR Madya berfungsi
sebagai dukungan sebaya, yang memberikan dukungan, bantuan, dorongan untuk
rekan-rekan mereka untuk meningkatkan keterampilan hidup sehat. PMR Wira
berfungsi sebagai peer educator, yaitu rekan pendidik keterampilan hidup sehat.
Pendidikan
Dan Pelatihan PMR
Setiap anggota PMR harus menerima pelatihan sebelum
terlibat dalam kegiatan Tri Bhakti PMR siap untuk melaksanakan peran dan
fungsinya. setiap sesi pelatihan akan memperkuat karakter (kualitas positif)
anggota PMR untuk meningkatkan keterampilan hidup sehat dan menjadi calon
relawan, anggota PMR tidak hanya tahu dan terampil, tetapi juga perlu memahami
dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari, dalam proses pelatihan.
Proses pelatihan dapat dilakukan oleh PMI Kota /
Kabupaten dan Satuan PMR, kurikulum yang sesuai yang telah ditetapkan. Waktu
menyesuaikan diri dengan kalender pendidikan, terintegrasi dengan kegiatan
tertentu, serta kali yang telah disepakati antara PMI Kota / Kabupaten,
fasilitator / pelatih, dan anggota PMR.
Materi
pokok pelatihan PMR
1. Gerakan
kepalangmerahan
Cakupan materinya antara lain sejarah, lambang,
kegiatan kepalangmerahan, penyebarluasan prinsip-prinsip dasar gerakan palang
merah dan bulan sabit merah internasional.
2. Kepemimpinan
Cakupan materinya antara lain bekerjasama,
berkomunikasi, bersahabat, menjadi pendidik sebaya, memberikan dukungan,
menjadi contoh perilaku hidup sehat.
3. Pertolongan
Pertama
Cakupan materinya antara lain Menghubungi dokter/rumah
sakit, melakukan pertolongan pertama di sekolah dan rumah, menolong diri
sendiri.
4. Sanitasi
dan Kesehatan
Cakupan materinya antara lain merawat keluarga yang
sakit dirumah, perilaku hidup sehat, kebersihan diri dan lingkungan.
5. Kesehatan
Remaja
Cakupan materinya antara lain Kesehatan reproduksi,
Napza, HIV/AIDS.
6. Kesiapsiagaan
Bencana
Cakupan materinya antara lain jenis bencana, cara-cara
pencegahan, mempersiapkan diri, teman, dan keluarga menghadapi bencana.
7. Donor
darah
Cakupan materi kampanye termasuk donor darah, donor
darah remaja merekrut, mempersiapkan diri untuk menjadi donor, mengadakan donor
darah pada saat wabah demam berdarah atau setelah bencana.
Pada awal pelatihan semua anggota PMR akan menemukan
informasi tentang ruang lingkup materi dan tujuan yang akan dicapai. Pada tahap
ini para pelatih dan fasilitator mengidentifikasi anggota yang pertama kali
bergabung dengan PMR, dan anggota melanjutkan keanggotaan mereka (misalnya dari
anggota PMR Mula terus PMR Madya).
Para anggota baru bergabung akan mengikuti proses
pelatihan dari awal, sambil terus keanggotaannya, dapat terlibat sebagai
asisten untuk membantu teman-temannya memahami materi. Sebuah sistem
penghargaan, pengakuan, monitoring, dan evaluasi tingkat pengetahuan,
keterampilan, pemahaman dan sikap yang dirancang dalam bentuk persyaratan
keterampilan PMR.
Setiap materi dan kegiatan yang saling terkait. Ketika
mempelajari peringatan banjir, juga akan belajar tentang Pertolongan Pertama
pada luka atau sakit karena banjir (diare, demam, karena memukul benda keras,
lecet), sanitasi dan air bersih, bagaimana menerapkan 7 prinsip dan
kepemimpinan ketika memberikan bantuan , cara menyelenggarakan donor darah
untuk korban banjir, belajar nutrisi yang tepat jika akan menyumbangkan bahan
makanan, bagaimana mengatur acara untuk menghibur remaja dan anak-anak korban.
8. Tri
Bhakti PMR
Keterlibatan anggota PMR dalam berbagai kegiatan
kepalangmerahan adalah karya dan pengabdian nyata setelah pelatihan dan
pengakuan keberadaan dan kompetensi dalam meningkatkan kualitas anggota dan
organisasi, serta memberikan jawaban atas berbagai kepentingan merger remaja
dengan PMI. Ada juga isi Tri Bhakti PMR adalah :
Meningkatkan keterampilan hidup sehat.
Pekerjaan dan ibadah di masyarakat.
Memperkuat persahabatan nasional dan internasional.
9. Jumbara
PMR
Jumbara atau Jumpa Bhakti Gembira PMR merupakan salah
satu kegiatan utama dari organisasi PMI di semua tingkatan untuk promosi dan
pengembangan PMR serta organisasi Jambore Pramuka. Jumbara diadakan di semua
tingkat PMI. Ada tingkat kabupaten Jumbara, kabupaten / kota, provinsi dan
nasional Jumbara, di mana pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan PMI di
daerah yang bersangkutan.
Prinsip
Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
Dalam PMR diperkenalkan 7 Prinsip yang harus dipahami
dan dilaksanakan oleh masing-masing anggotanya. Prinsip-prinsip ini dikenal
sebagai “tujuh Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah ‘(Tujuh Prinsip
Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah).
1. Kemanusiaan
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah lahir dari
keinginan untuk memberikan bantuan kepada para korban yang terluka dalam
pertempuran itu tanpa membedakan dan untuk mencegah dan mengatasi penderitaan
orang lain. Tujuannya adalah untuk melindungi kehidupan dan kesehatan dan
menjamin penghormatan terhadap umat manusia. Gerakan angkat saling pengertian,
kerjasama dan abadi manusia antarsesama perdamaian.
2. Kesamaan
Gerakan memberi bantuan kepada mereka yang menderita
tanpa membeda-bedakan mereka berdasarkan kebangsaan, ras, agama, tingkat
sosial, atau pandangan politik. Tujuannya adalah hanya untuk mengurangi
penderitaan orang lain sesuai dengan kebutuhan mereka dengan memberikan
prioritas pada keadaan yang paling parah.
3. Kenetralan
Gerakan tidak memihak atau terlibat dalam politik
konflik, ras, agama, atau ideologi.
4. Otonomi
Gerakan independen, masing-masing asosiasi nasional
meskipun pendukung pemerintah di bidang kemanusiaan dan harus sesuai dengan
persyaratan hukum yang berlaku di negara masing-masing, namun gerakan bersifat
otonom dan harus menjaga tindakannya sejalan dengan prinsip-prinsip dasar
gerakan.
5. Kesukarelawanan
Gerakan memberi bantuan atas dasar sukarela tanpa
unsur keinginan untuk mencari keuntungan apapun.
6. Kesatuan
Dalam satu negara hanya satu asosiasi nasional hanya
dapat memilih salah satu simbol yang digunakan Palang Merah atau Bulan Sabit
Merah. Gerakan terbuka dan melaksanakan pekerjaan bantuan di seluruh wilayah
negara.
7. Keseluruhan
Gerakan bersifat universal. Artinya, gerakan hadir di
seluruh dunia. Setiap asosiasi nasional memiliki status yang sama, serta
memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam membantu sama lain.
Makna
Lambang PMR
1. Segi Lima merah melambangkan Pancasila.
2. Warna dasar biru melambangkan ‘warna dasar PMR
Madya’.
3. Segi lima putih melambangkan ‘Panca Satya PMR’.
4. Warna dasar putih melambangkan ‘Kesucian".
5. Tanda Palang Merah melambangkan ‘Bendera Negara
Swiss". "Negara Swiss adalah Negara yang
menentang pertumpahan darah" karena :
1. Menghormati negara SWISS
2. Pelopor pendirinya adalah warga negara SWISS
3. Agar Palang Merah benar-benar netral
Karena negara SWISS benar-benar negara netral. Lambang
ini resmi dipakai pada tanggal 22 Agustus 1864 sesuai hasil prakasa Komite
Jenewa yang menghasilkan konverensi Jenewa.Makna dari 7 Prinsip dasar Palang
Merah dan Bulan Sabit Merah Kemanusiaan Gerakan Palang Merah dan Bulan sabit
Merah Internasional didirikan berdasarkan keinginan memberi pertolongan tanpa
membedakan korban yang terluka di dalam pertempuran, mencegah dan mengatasi
penderitaan sesama manusia. Palang Merah menumbuhkan saling pengertian,
persahabatan, kerjasama dan perdamaian abadi bagi sesama manusia. Kesamaan
Gerakan ini tidak membuat perbedaan atas dasar kebangsaan, kesukuan, agama atau
pandangan politik. Tujuannya semata-mata mengurangi penderitaan manusia sesuai
dengan kebutuhannya dan medahulukan keadaan yang paling parah. Kenetralan Agar
senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak, gerakan ini tidak boleh
memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, kesukuan, agama atau
ideologi. Kemandirian Gerakan ini bersifat mandiri. Perhimpunan nasional
disamping membantu Pemerintahnya dalam bidang kemanusiaan, juga harus mentaati
peraturan negaranya, harus selalu menjaga otonominya sehingga dapat bertindak
sejalan dengan prinsip-prinsip gerakan ini. Kesukarelaan Gerakan ini adalah
gerakan pemberi bantuan sukarela, yang tidak didasari oleh keinginan untuk
mencari keuntungan apa pun. Kesatuan Di dalam suatu negara hanya ada satu
perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang terbuka untuk semua orang dan
melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah. Kesemestaan Gerakan Palang
Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah bersifat semesta. Setiap
Perhimpunan Nasional mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama dalam menolong
sesama manusia.
B.
PROGRAM KERJA YANG DI LAKUKAN SELAMA SATU TAHUN
Setelah melakukan pengamatan tentang evaluasi
pemberdayaan komunitas di sekolah, dan kelompok kami melakukan wawancara ke
Organisasi PMR. Kami melakukan wawancara langsung kepada ketua PMR yaitu,
Mutiara siswi kelas XI IPA 1 :
PROGRAM PMR TAHUN 2016/2017
1. Donor darah pada tanggal 17 februari
2. Lomba-Lomba PP di gedung Wali kota
3. Latihan gabungan bersama Organisasi SITAPALA
4. Latihan rutin dengan PMI
C.
Kendala di Organisasi PMR
Kendala di organisasi PMR ,yaitu :
1. Anggota yang sering tidak harir karena ada kepentingan
masing-masing,sehingga dari kehadirannya hanya sedikit.
2. Sanksi yang di berikan yaitu berupa, push up 10 kali,
serta di kasih pembinaan untuk memberi efek jera pada anggota yang tidak hadir
(tanpa ada keterangan).
3. Anggota yang tidak hadir dalam evaluasi atau pemberian
materi tidak dapat dimengerti.
D.
Solusi mengadapi permasalahan
Mengajak anggota yang tidak hadir terus,akan di ajukan
kepada pembina untuk mendapatkan kejelasan. Anggota tersebut mau lanjut ikut
organisasi ini atau keluar, karena harus ada ketentuan yang jelas.
BAB
3
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Organisasi yang ada di sekolah dapat memberikan dampak
positif maupun negatif, dampak positifnya yaitu memberikan manfaat yang baik,
sehingga dapat membuat karakter seorang siswa-siswi menjadi mandiri, dan punya
rasa tanggung jawab baik secara individu maupun kelompok. Sedangkan dampak
negatifnya yaitu, sempitnya waktu luang untuk beristirahat, membuat siswa cukup
kelelahan karena sulit membagi waktu antara pelajaran dan organisasi. Untuk mrnjadi
anggota dalam organisasi juga harus bener,jangan membolos terus karena harus
bertanggung jawab.
B. SARAN
Saran kelompok kami yaitu dalam setiap penempatan
siswa-siswi yang sedang sakit seharusnya jangan di kelas,melainkan ditempatkan
di UKS. Karena UKS adalah tempat yang tepat dalam menempatkan, orang yang
sedang sakit sehingga di UKS dapat langsung diberi pertolongan oleh setiap
anggota PMR nya. Jadilah anggota yang bertanggung jawab dan jika ada yang
melanggar aturan berikan sanksi yang tegas, untuk memberikan efek jera.
LAMPIRAN




Comments
Post a Comment
Hello