Skip to main content

LAPORAN PEMBERDAYAAN KOMUNITAS DI SEKOLAH PALANG MERAH REMAJA

LAPORAN PEMBERDAYAAN KOMUNITAS DI SEKOLAH PALANG MERAH REMAJA
Diajukan untuk memenuhi tugas Sosiologi




 Di susun oleh : Kelompok 3
  1. Ayu Lestari
  2. Aldi Dwi Putra
  3. Dian Puspita Sari
  4. Muhamad Iqbal
  5. Nizar Fauzan






PEMERINTAH KOTA BANJAR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BANJAR
Jalan K.H Mustafa No.1 Tlp (0265) 741192 Banjar 46311

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT. atas berkat rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Di dalam makalah ini, saya telah berusaha menguraikan sebaik mungkin semua hal yang berkaitan dengan pemberdayaan komunitas di sekolah. Besar harapan kami agar pembaca mampu memahami lebih jauh tentang berbagai hal yang berkaitan dengan hal tersebut.
Akan tetapi, kami menyadari bahwa di dalam laporan ini, masih terdapat banyak kekurangan yang tentunya mengakibatkan makalah ini masih dikatakan jauh dari sempurna. Maka dari itu, kami harapkan pembaca dapat memaklumi serta memberi kritik dan saran yang membangun demi terwujudnya makalah yang lebih baik di masa yang akan datang.

Banjar,19 Februari 2016
Penulis 


















DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………....2
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………......3
BAB I : PENDAHULUAN........................................................................................................4
A.    PENDAHULUAN………………………………………………..……..................4
B.     RUMUSAN MASALAH.........................................................................................5
BAB II : PEMBAHASAN……………………………………………………………….........6
A.    LATAR BELAKANG MUNCULNYA PMR DI SEKOLAH…............................6
B.     PROGRAM KERJA SELAMA SATU TAHUN...................................................12
C.     KENDALA KOMUNITAS PMR..........................................................................12
D.    SOLUSI MENGAHADAPI PERMASALAHAN.................................................12
BAB III : PENUTUP…………………………………………………………………….......
A.    KESIMPULAN…………………………………………………………………........
B.     SARAN…………………………………………………………………………........
















BAB 1

PENDAHULUAN

Sejarah Palang Merah Remaja (PMR) ARTI PALANG MERAH : Suatu perhimpunan yang anggotanya memberikan pertolongan secara sukarela kepada setiap manusia yang sedang menderita tanpa membeda – bedakan bangsa, golongan, agama dan politik.Sejarah berawal dengan pecahnya perang antara pasukan Perancis dan Italia melawanAustria pada tahun 1859 di Selferino (Italia Utara), Henry Dunant menyaksikan terjadinya perang tersebut dimana banyak korban perang yang tidak mendapat pertolongan, sehingga timbul ide atau gagasan untuk memberi pertolongan kepada korban perang tersebut. Pengalaman selama beberapa hari bergelut di medan perang, ia tuangkan di dalam buku yang ditulisnya pada tahun 1962 bejudul “ A Memory of Solferino “ (Kenangan di Solferino). Buku tersebut berkisah tentang kondisi yang ditimbulkan oleh peperangan dan mengusulkan agar dibentuk satuan tenaga sukarela yang bernaung di bawah suatu lembaga yang memberikan pertolongan kepada orang yang terluka dimedanperang. di latar belakangi oleh terjadinya Perang Dunia II (1859) pada waktu itu Austria dan Francis sedang mengalami peperangan. Karena kekurangan tenaga untuk memberikan bantuan, akhirnya mengerahkan anak-anak sekolah supaya turut membantu sesuai dengan kemampuannya. Mereka diberikan tugas – tugas ringan seperti mengumpulkan pakaian-pakaian bekas dan majalah-majalah serta Koran bekas. Anak-anak tersebut terhimpun dalam suatu badan yang disebut Palang Merah Pemuda (PMP) kemudian menjadi Palang Merah Remaja (PMR).Pada tahun 1919 di dalam sidang Liga Perhimpunan Palang Merah Internasional diputuskan bahwa gerakan Palang Merah Remaja menjadi satu bagian dari perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Kemudian usaha tersebut diikuti oleh negara-negara lain. Dan pada tahun 1960, dari 145 Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sebagian besar sudah memiliki Palang Merah Remaja.Di Indonesia pada Kongres PMI ke-IV tepatnya bulan Januari 1950 di Jakarta, PMI membentuk Palang Merah Remaja yang dipimpin oleh Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman. Pada tanggal 1 Maret 1950 berdirilah Palang Merah Remaja secara resmi di Indonesia.Palang Merah Remaja atau PMR adalah organisasi kepemudaan binaan dari Palang Merah Indonesia yang berpusat di sekolah-sekolah dan bertujuan memberitahukan pengetahuan dasar kepada siswa sekolah dalam bidang yang berhubungan dengan kesehatan umum dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.Untuk mendirikan atau menjadi anggota palang merah remaja disekolah, harus diadakan Pendidikan dan Pelatihan Diklat untuk lebih mengenal apa itu sebenarnya PMR dan sejarahnya mengapa sampai ada di Indonesia, dan pada diklat ini para peserta juga mendapatkan sertifikat dari PMI. Dan baru dianggap resmi, menjadi anggota palang merah apabila sudah mengikuti.









RUMUSAN MASALAH


1.      Apa yang menjadi latar belakang PMR di Sekolah ?
2.      Apa saja program kerja yang dilakukan selama satu tahun ?
3.      Kendala apa yang sering dihadapi selama menjabat sebagai pengurus ?
4.      Bagaimana solusi untuk menghadapi permasalahan tersebut ?


























BAB 2
PEMBAHASAN

A.    LATAR BELAKANG PMR DI SEKOLAH

Di latar belakangi oleh terjadinya Perang Dunia II (1859) pada waktu itu Austria dan Francis sedang mengalami peperangan. Karena kekurangan tenaga untuk memberikan bantuan, akhirnya mengerahkan anak-anak sekolah supaya turut membantu sesuai dengan kemampuannya. Mereka diberikan tugas – tugas ringan seperti mengumpulkan pakaian-pakaian bekas dan majalah-majalah serta Koran bekas. Anak-anak tersebut terhimpun dalam suatu badan yang disebut Palang Merah Pemuda (PMP) kemudian menjadi Palang Merah Remaja (PMR).
Pada tahun 1919 di dalam sidang Liga Perhimpunan Palang Merah Internasional diputuskan bahwa gerakan Palang Merah Remaja menjadi satu bagian dari perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Kemudian usaha tersebut diikuti oleh negara-negara lain. Dan pada tahun 1960, dari 145 Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sebagian besar sudah memiliki Palang Merah Remaja.
Di Indonesia pada Kongres PMI ke-IV tepatnya bulan Januari 1950 di Jakarta, PMI membentuk Palang Merah Remaja yang dipimpin oleh Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman. Pada tanggal 1 Maret 1950 berdirilah Palang Merah Remaja secara resmi di Indonesia.
Palang Merah Remaja atau PMR adalah organisasi kepemudaan binaan dari Palang Merah Indonesia yang berpusat di sekolah-sekolah dan bertujuan memberitahukan pengetahuan dasar kepada siswa sekolah dalam bidang yang berhubungan dengan kesehatan umum dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
Untuk mendirikan atau menjadi anggota palang merah remaja disekolah, harus diadakan Pendidikan dan Pelatihan Diklat untuk lebih mengenal apa itu sebenarnya PMR dan sejarahnya mengapa sampai ada di Indonesia, dan pada diklat ini para peserta juga mendapatkan sertifikat dari PMI. Dan baru dianggap resmi menjadi anggota palang merah apabila sudah mengikutiseluruh kegiatan yang diadakan oleh palang merah remaja disekolah.
PMI mengeluarkan kebijakan pembinaan PMR:
1. Remaja merupakan prioritas pembinaan, baik dalam keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan.
2. Remaja berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan.
3. Remaja berperan penting dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI.
4. Remaja adalah kader relawan.
5. Remaja calon pemimpin PMI masa depan.
Tujuan pembinaan dan pengembangan PMI masa depan:
1. Penguatan kualitas remaja dan pembentukan karakter.
2. Anggota PMR sebagai contoh dalam berperilaku hidup sehat bagi teman sebaya.
3. Anggota PMR dapat memberikan motivasi bagi teman sebaya untuk berperilaku hidup sehat.
4. Anggota PMR sebagai pendidik remaja sebaya.
5. Anggota PMR adalah calon relawan masa depan
Palang Merah Remaja (PMR) adalah wadah promosi dan pengembangan anggota muda dari PMI, PMI selanjutnya disebut PMR.Terdapat di kota atau kabupaten di Indonesia, dengan lebih dari 5 juta orang, anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan kesiapsiagaan bencana kemanusiaan dan di sektor kesehatan, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional, dan mengembangkan kapasitas organisasi PMI.
Palang Merah Remaja (PMR) : Image Source By Youtube
Kebijakan PMI dan federasi pembinaan muda yang :
Perkembangan remaja adalah prioritas, baik dalam keanggotaan dan kegiatan kepalangmerahan. Remaja memainkan peran penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan. Remaja memainkan peran penting dalam perencanaan, pelaksanaan dan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI. Remaja adalah kader relawan. Remaja calon pemimpin PMI di masa depan. Palang Merah Remaja atau PMR adalah organisasi dibangun dari Palang Merah Indonesia, yang berbasis di sekolah atau kelompok masyarakat (studio, kelompok belajar, dll) itu bertujuan untuk membangun dan mengembangkan karakter kepalangmerahan untuk siap menjadi relawan PMI di masa depan.
Karakteristik PMR Bersih, Sehat, Kepemimpinan, Caring, Kreatif, Kerja Sama, ramah dan ceria. Keanggotaan dan tingkat PMR Di Indonesia, ada 3 tingkatan PMR sesuai dengan tingkat pendidikan atau usia PMR Mula adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Dasar (10-12 tahun). Warna slayer hijau muda. PMR Madya adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Pertama (12-15 tahun). Warna slayer biru langit. PMR Wira adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Atas (15-17 tahun). Warna slayer kuning cerah. Hak Dan Kewajiban PMR
Hak PMR
1.      Dapatkan kartu anggota.
2.      Dapatkan pembinaan dan pengembangan PMI.
3.      Ekspresi dalam forum rapat atau pertemuan PMI melalui PMI.
4.      Memperoleh pengakuan serta penghargaan sesuai dengan prestasi.
Kewajiban
1.      Membayar iuran keanggotaan.
2.      Melaksanakan Tri Bakti PMR.
3.      Menjalankan dan membantu mensosialisakan prinsip-prinsip dasar gerakan PMR dan bulan sabit merah internasional.
4.      Mematuhi AD / ART PMI menjaga nama baik dan kehormatan PMI.
Peran dan Fungsi PMR
Keterlibatan anggota muda PMI dalam kegiatan Tri Bakti PMR disesuaikan dengan kompetensi dan minat mereka, serta kebutuhan untuk PMI dan remaja. Dalam merancang dan melaksanakan kegiatan, mereka bermain fungsi yang berbeda. PMR Mula berfungsi sebagai kepemimpinan sebaya, yang bisa menjadi model / model keterampilan hidup sehat bagi teman sebaya. PMR Madya berfungsi sebagai dukungan sebaya, yang memberikan dukungan, bantuan, dorongan untuk rekan-rekan mereka untuk meningkatkan keterampilan hidup sehat. PMR Wira berfungsi sebagai peer educator, yaitu rekan pendidik keterampilan hidup sehat.
Pendidikan Dan Pelatihan PMR
Setiap anggota PMR harus menerima pelatihan sebelum terlibat dalam kegiatan Tri Bhakti PMR siap untuk melaksanakan peran dan fungsinya. setiap sesi pelatihan akan memperkuat karakter (kualitas positif) anggota PMR untuk meningkatkan keterampilan hidup sehat dan menjadi calon relawan, anggota PMR tidak hanya tahu dan terampil, tetapi juga perlu memahami dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari, dalam proses pelatihan.
Proses pelatihan dapat dilakukan oleh PMI Kota / Kabupaten dan Satuan PMR, kurikulum yang sesuai yang telah ditetapkan. Waktu menyesuaikan diri dengan kalender pendidikan, terintegrasi dengan kegiatan tertentu, serta kali yang telah disepakati antara PMI Kota / Kabupaten, fasilitator / pelatih, dan anggota PMR.
Materi pokok pelatihan PMR
1.      Gerakan kepalangmerahan
Cakupan materinya antara lain sejarah, lambang, kegiatan kepalangmerahan, penyebarluasan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional.
2.      Kepemimpinan
Cakupan materinya antara lain bekerjasama, berkomunikasi, bersahabat, menjadi pendidik sebaya, memberikan dukungan, menjadi contoh perilaku hidup sehat.
3.      Pertolongan Pertama
Cakupan materinya antara lain Menghubungi dokter/rumah sakit, melakukan pertolongan pertama di sekolah dan rumah, menolong diri sendiri.
4.      Sanitasi dan Kesehatan
Cakupan materinya antara lain merawat keluarga yang sakit dirumah, perilaku hidup sehat, kebersihan diri dan lingkungan.
5.      Kesehatan Remaja
Cakupan materinya antara lain Kesehatan reproduksi, Napza, HIV/AIDS.
6.      Kesiapsiagaan Bencana
Cakupan materinya antara lain jenis bencana, cara-cara pencegahan, mempersiapkan diri, teman, dan keluarga menghadapi bencana.
7.      Donor darah
Cakupan materi kampanye termasuk donor darah, donor darah remaja merekrut, mempersiapkan diri untuk menjadi donor, mengadakan donor darah pada saat wabah demam berdarah atau setelah bencana.
Pada awal pelatihan semua anggota PMR akan menemukan informasi tentang ruang lingkup materi dan tujuan yang akan dicapai. Pada tahap ini para pelatih dan fasilitator mengidentifikasi anggota yang pertama kali bergabung dengan PMR, dan anggota melanjutkan keanggotaan mereka (misalnya dari anggota PMR Mula terus PMR Madya).
Para anggota baru bergabung akan mengikuti proses pelatihan dari awal, sambil terus keanggotaannya, dapat terlibat sebagai asisten untuk membantu teman-temannya memahami materi. Sebuah sistem penghargaan, pengakuan, monitoring, dan evaluasi tingkat pengetahuan, keterampilan, pemahaman dan sikap yang dirancang dalam bentuk persyaratan keterampilan PMR.
Setiap materi dan kegiatan yang saling terkait. Ketika mempelajari peringatan banjir, juga akan belajar tentang Pertolongan Pertama pada luka atau sakit karena banjir (diare, demam, karena memukul benda keras, lecet), sanitasi dan air bersih, bagaimana menerapkan 7 prinsip dan kepemimpinan ketika memberikan bantuan , cara menyelenggarakan donor darah untuk korban banjir, belajar nutrisi yang tepat jika akan menyumbangkan bahan makanan, bagaimana mengatur acara untuk menghibur remaja dan anak-anak korban.
8.      Tri Bhakti PMR
Keterlibatan anggota PMR dalam berbagai kegiatan kepalangmerahan adalah karya dan pengabdian nyata setelah pelatihan dan pengakuan keberadaan dan kompetensi dalam meningkatkan kualitas anggota dan organisasi, serta memberikan jawaban atas berbagai kepentingan merger remaja dengan PMI. Ada juga isi Tri Bhakti PMR adalah :
Meningkatkan keterampilan hidup sehat.
Pekerjaan dan ibadah di masyarakat.
Memperkuat persahabatan nasional dan internasional.
9.      Jumbara PMR
Jumbara atau Jumpa Bhakti Gembira PMR merupakan salah satu kegiatan utama dari organisasi PMI di semua tingkatan untuk promosi dan pengembangan PMR serta organisasi Jambore Pramuka. Jumbara diadakan di semua tingkat PMI. Ada tingkat kabupaten Jumbara, kabupaten / kota, provinsi dan nasional Jumbara, di mana pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan PMI di daerah yang bersangkutan.
Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
Dalam PMR diperkenalkan 7 Prinsip yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh masing-masing anggotanya. Prinsip-prinsip ini dikenal sebagai “tujuh Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah ‘(Tujuh Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah).
1.      Kemanusiaan
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah lahir dari keinginan untuk memberikan bantuan kepada para korban yang terluka dalam pertempuran itu tanpa membedakan dan untuk mencegah dan mengatasi penderitaan orang lain. Tujuannya adalah untuk melindungi kehidupan dan kesehatan dan menjamin penghormatan terhadap umat manusia. Gerakan angkat saling pengertian, kerjasama dan abadi manusia antarsesama perdamaian.
2.      Kesamaan
Gerakan memberi bantuan kepada mereka yang menderita tanpa membeda-bedakan mereka berdasarkan kebangsaan, ras, agama, tingkat sosial, atau pandangan politik. Tujuannya adalah hanya untuk mengurangi penderitaan orang lain sesuai dengan kebutuhan mereka dengan memberikan prioritas pada keadaan yang paling parah.
3.      Kenetralan
Gerakan tidak memihak atau terlibat dalam politik konflik, ras, agama, atau ideologi.
4.      Otonomi
Gerakan independen, masing-masing asosiasi nasional meskipun pendukung pemerintah di bidang kemanusiaan dan harus sesuai dengan persyaratan hukum yang berlaku di negara masing-masing, namun gerakan bersifat otonom dan harus menjaga tindakannya sejalan dengan prinsip-prinsip dasar gerakan.
5.      Kesukarelawanan
Gerakan memberi bantuan atas dasar sukarela tanpa unsur keinginan untuk mencari keuntungan apapun.
6.      Kesatuan
Dalam satu negara hanya satu asosiasi nasional hanya dapat memilih salah satu simbol yang digunakan Palang Merah atau Bulan Sabit Merah. Gerakan terbuka dan melaksanakan pekerjaan bantuan di seluruh wilayah negara.
7.      Keseluruhan
Gerakan bersifat universal. Artinya, gerakan hadir di seluruh dunia. Setiap asosiasi nasional memiliki status yang sama, serta memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam membantu sama lain.
Makna Lambang PMR
1. Segi Lima merah melambangkan Pancasila.
2. Warna dasar biru melambangkan ‘warna dasar PMR Madya’.
3. Segi lima putih melambangkan ‘Panca Satya PMR’.
4. Warna dasar putih melambangkan ‘Kesucian".
5. Tanda Palang Merah melambangkan ‘Bendera Negara Swiss". "Negara Swiss adalah Negara yang
menentang pertumpahan darah" karena :
1. Menghormati negara SWISS
2. Pelopor pendirinya adalah warga negara SWISS
3. Agar Palang Merah benar-benar netral

Karena negara SWISS benar-benar negara netral. Lambang ini resmi dipakai pada tanggal 22 Agustus 1864 sesuai hasil prakasa Komite Jenewa yang menghasilkan konverensi Jenewa.Makna dari 7 Prinsip dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Kemanusiaan Gerakan Palang Merah dan Bulan sabit Merah Internasional didirikan berdasarkan keinginan memberi pertolongan tanpa membedakan korban yang terluka di dalam pertempuran, mencegah dan mengatasi penderitaan sesama manusia. Palang Merah menumbuhkan saling pengertian, persahabatan, kerjasama dan perdamaian abadi bagi sesama manusia. Kesamaan Gerakan ini tidak membuat perbedaan atas dasar kebangsaan, kesukuan, agama atau pandangan politik. Tujuannya semata-mata mengurangi penderitaan manusia sesuai dengan kebutuhannya dan medahulukan keadaan yang paling parah. Kenetralan Agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak, gerakan ini tidak boleh memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, kesukuan, agama atau ideologi. Kemandirian Gerakan ini bersifat mandiri. Perhimpunan nasional disamping membantu Pemerintahnya dalam bidang kemanusiaan, juga harus mentaati peraturan negaranya, harus selalu menjaga otonominya sehingga dapat bertindak sejalan dengan prinsip-prinsip gerakan ini. Kesukarelaan Gerakan ini adalah gerakan pemberi bantuan sukarela, yang tidak didasari oleh keinginan untuk mencari keuntungan apa pun. Kesatuan Di dalam suatu negara hanya ada satu perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah. Kesemestaan Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah bersifat semesta. Setiap Perhimpunan Nasional mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama dalam menolong sesama manusia.










B.     PROGRAM KERJA YANG DI LAKUKAN SELAMA SATU TAHUN

Setelah melakukan pengamatan tentang evaluasi pemberdayaan komunitas di sekolah, dan kelompok kami melakukan wawancara ke Organisasi PMR. Kami melakukan wawancara langsung kepada ketua PMR yaitu, Mutiara siswi kelas XI IPA 1 :
PROGRAM PMR TAHUN 2016/2017
1.      Donor darah pada tanggal 17 februari
2.      Lomba-Lomba PP di gedung Wali kota
3.      Latihan gabungan bersama Organisasi SITAPALA
4.      Latihan rutin dengan PMI

C.    Kendala di Organisasi PMR

Kendala di organisasi PMR ,yaitu :
1.      Anggota yang sering tidak harir karena ada kepentingan masing-masing,sehingga dari kehadirannya hanya sedikit.
2.      Sanksi yang di berikan yaitu berupa, push up 10 kali, serta di kasih pembinaan untuk memberi efek jera pada anggota yang tidak hadir (tanpa ada keterangan).
3.      Anggota yang tidak hadir dalam evaluasi atau pemberian materi tidak dapat dimengerti.

D.    Solusi mengadapi permasalahan

Mengajak anggota yang tidak hadir terus,akan di ajukan kepada pembina untuk mendapatkan kejelasan. Anggota tersebut mau lanjut ikut organisasi ini atau keluar, karena harus ada ketentuan yang jelas.







BAB 3
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Organisasi yang ada di sekolah dapat memberikan dampak positif maupun negatif, dampak positifnya yaitu memberikan manfaat yang baik, sehingga dapat membuat karakter seorang siswa-siswi menjadi mandiri, dan punya rasa tanggung jawab baik secara individu maupun kelompok. Sedangkan dampak negatifnya yaitu, sempitnya waktu luang untuk beristirahat, membuat siswa cukup kelelahan karena sulit membagi waktu antara pelajaran dan organisasi. Untuk mrnjadi anggota dalam organisasi juga harus bener,jangan membolos terus karena harus bertanggung jawab.

B.     SARAN

Saran kelompok kami yaitu dalam setiap penempatan siswa-siswi yang sedang sakit seharusnya jangan di kelas,melainkan ditempatkan di UKS. Karena UKS adalah tempat yang tepat dalam menempatkan, orang yang sedang sakit sehingga di UKS dapat langsung diberi pertolongan oleh setiap anggota PMR nya. Jadilah anggota yang bertanggung jawab dan jika ada yang melanggar aturan berikan sanksi yang tegas, untuk memberikan efek jera.














LAMPIRAN


Comments

Popular posts from this blog

Unforgettable Journey to Chiang Mai: Tips and Tricks for a Smooth Trip 2023

  Introduction: Embarking on a journey to Chiang Mai, Thailand, promises a magical and unforgettable experience. As the cultural heart of Northern Thailand, Chiang Mai offers an intoxicating blend of old-world charm, natural beauty, and modern comforts. To help you make the most of your visit, we've compiled a list of top tips and tricks for a smooth, enjoyable, and memorable adventure in Chiang Mai. Best time to visit: Chiang Mai experiences a tropical climate with three distinct seasons – hot, rainy, and cool. The best time to visit is during the cool season, which runs from November to February, when temperatures are more comfortable and the weather is generally dry. Transportation: Chiang Mai is well-connected by air, bus, and train, making it easy to reach. The city boasts an extensive network of local transportation options, including songthaews (red trucks), tuk-tuks, and taxis. For greater convenience and flexibility, consider renting a motorbike or bicycle to explore at yo...

My Biodata

Nama lengkap : Nizar Fauzan Nama panggilan : Nizar,ozan,acem,kidal,zar,and zay Alamat rumah : RT 09 RW 03 LINGK.BOJONG KEL.SITUBATU KEC.BANJAR KOTA BANJAR My hobby : latihan Badminton,futsal,hunting,bermain skateboard, berkumpul bareng with #OZANCLUB and Woody Snap Status pribadi : Ta'arupan with Dina Meliyana Status umum : Pelajar SMA Sekolah : SMA NEGERI 1 BANJAR musik favorit : pop and jazz Minuman : es kelapa muda and jus jambu Makanan : mie ayam and mie baso Kebiasaan lagi weekend : pagi running and hangout My idola : taupik hidayat and Nabi Muhammad Pelajaran favorit : Bahasa inggris and sosiologi Kesibukan : sekolah,less and latihan Badminton My inspiration : Mario teguh and KH.MIFTAH FARID Agama : 100% ISLAM Riwayat hidup : hidup aku penuh dengan tantangan. Saya kira cukup hehehe...