Bismillah Assalamualaikum Wr. Wb
Selamat malam
Sesuai dengan janji aku akan
melanjutkan cerita tentang berlibur ke Pangandaran, malam ini untuk semua
pelajar adalah malam belajar tetapi tidak ada salahnya untuk membaca ini hehe. Banyak netizen berkata segera merilis lanjutannya, dan akhirnya ini aku jawab. Sebelumnya aku ingin bertanya bagaimana
weekend kalian menyenangkan atau sibuk ngerjain tugas? Jawabannya
depend on you hehe. Oke, langsung saja kemarin baru sampai di miggu pertama nih
dan kejadian hari senin ketahuan pura-pura sakit alasan tidak membawa topi. Pada
hari selasa waktu itu kalo tidak salah aku ada pelajaran matematika dimana
pelajaran itu menurutku cukup sulit, Alhamdulillah guru-nya baik Bapak Oman. Belieu
adalah seorang guru yang paling baik di antara guru yang ada di sekolahku,
meskipun aku belum sempat mengerjakan PR tetapi bapaknya itu engga marah Cuma senyum
saja dan bilang lain kali jangan lupa di kerjakan biar pinter. Dalam kelas pun
yang tidak mengerjakan banyak bukan aku saja, untuk sebutkan satu per satu aku lupa
siapa saja haha. Hari itu aku membawa bekal nasi seperti biasa dengan lauk
seadanya yang di atur oleh mamah seperti nugget dan ayam goreng.
Waktu istirahat
pun tiba dan aku berbegas untuk makan karena perut sangat lapar setelah belajar
matematika hehe, engga lupa juga video call dengan dia. Itu aku dan dia lakukan
hamper setiap hari untuk berkomunikasi di sekolah, kadang-kadang aku tengok dia
di dekat tembok pembatas sekolah hehe. Itu adalah hal yang lumrah bagiku karena
bukan aku saja yang seperti itu, setiap hari aku jemput dia pulang walaupun jam
sekolah berbeda namun dia setiap menunggu aku yang pulang jam 4 sore. Itulah dia
selalu menunggu orangnya baik dan lucu dulu dia kesayangan aku, namun sekarang
aku dan dia sudah berakhir tidak perlu di sesali oke. Jam pulang pun berbunyi
aku siap-siap untuk menjemput dia, kebetulan pada hari itu aku bawa mobil punya
Abah, karena beliau touring dengan rekan kerjanya jadi ada kesempatan untuk
pinjam. Meskipun itu mobil buat usaha jual beli, tetap dengan prinsip Abah
jangan lupa pajang poster mobil ini di jual siapa tahu guru kamu ada yang minat
dengan mobil ini. Karena perintah semua aku laksanakan. Lanjutkan, aku sampai
di depan sekolah dia, dengan langsung dia menghampiri aku. Waktu itu aku
mengajak dia makan di Rumah Makan Beti, dan dia pun setuju dalam perjalanan aku
dengan dia banyak bicara bahas mengenai liburan ke pangandaran ini adalah
percakapan yang masih aku ingat versi aku, aku harap dia juga membcanya apabila
ada yang salah mohon maaf hehe.
Dia “Ozan,
tadi gimana belajarnya?”
Aku “Alhamdulillah
baik-baik saja, namun ada sedikit kesulitan pada jam pertama hehe matematika”
Dia “kenapa?”
Aku “lupa
ngerjain PR”
Dia “makannya
jangan latihan badminton terus, harusnya fokus”
Aku “Iyah
siap tenang aja nanti mah bakal lebih rajin wew”
Dia “
Ozan, yakin mau jemput ke Pangandaran subuh gimana respon orang tua kamu?”
Aku “
Tenang jangan panic dengan Ozan pasti beres hehe, tadi gimana belajar kamu
Mell?”
Dia “lancer
dong, engga kayak kamu ozan huuu”
Aku “Iya
deh, kamu kan pinter serin rangking sat uterus, awas saja nanti aku rangking
satu”
Dia “
nanti aku kasih kado kalo kamu rangking satu hehe”
Aku “asik
nih, lihat saja nanti ya, udah sampai tuh siap-siap ayo”
Dia “
Oke, ozan jelek”
Itu adalah
bagian percakapan aku dengan dia waktu di perlajanan ke RM Beti jaraknya tidak
jauh sekitar 3Km, di sana kita pesan ikan bakar dengan cobek serta es jeruk. Saat
aku dan dia makan aku merasakan kenyamanan dengan dia, dan engga mau berhenti
bicara terus saja bicara yang engga jelas. Kita duduk di lesehan dan melihat
ada dua pemuda dan pemudi lagi pacaran, mereka pegang tangan begitu mesra. Aku berkata
“Mell, mau engga tangannya di pegang seperti orang itu?” Dia menjawab “enggak
mau malu, nanti di lihatin banyak orang hehe.” Masakan di rumah matan beti itu
juara kalian wajib mencoba nya tinggal searching rumah makan beti kota Banjar,
Jawa Barat. Sudah ya promosinya hehe, setelah makan kita memutuskan pergi ke
taman kota untuk sekedar menggerakan badan yang di penuhi oleh ikan dan nasi
hahaha. Tidak terasa waktu sudah menjelang magrib senja yang dingin mendung
banyak burung lalu lalang untuk pulang. Aku pamit kepada orang tua dia, mereka
sangat ramah dan baik kepadaku, aku pulang dan singgah ke masjid untuk
menunaikan Sholat Magrib.
Hari
demi hari aku lalui dengan membawa bekal nasi yang mamah siapkan setiap hari
hehe, uang pun terkumpul cukup untuk pergi berlibur ke Pangandaran. Hari minggu
pun tiba adzan subuh berkumandangan segera pergi ke Mesjid untuk menunaikan
sholat. Aku pun persiapan barang apa saja yang harus di bawa, dan meminta izin
ke mamah serta abah. Mereka mengizinkan aku pergi dengan catatan pulang sebelum
jam 9 malam. Karena aku berangkat dari subuh, dengan kekuatan penuh meskipun udara
sangat dingin kabut yang menghalangi jalan dalam kondisi mata tidak normal
perlu kacamata kemana-mana. Sebenarnya sangat merepotkan menggunakan kacamata,
akhirnya tiba di rumahnya. Ternayata dia sudah siap menunggu di depan kursi,
tidak lupa untuk meminta izin lagi, langsung berangkat. Perlajangan yang
menarik dimana aku dengan dia mempunyai mata yang perlu menggunakan kacamata
haha. Pada saat itu aku dan dia berangkat menggunakan motor dia karena matic
lebih nyaman, pada waktu itu motor aku belum ganti ke matic.
Di perjalanan
kita melihat kabut yang tebal banyak petani bersiap untuk membajak sawah, dan
anak-anak kecil yang bermain dengan asiknya depan masjid. Aku sangat menikmati
perjalanan itu jarak kita tempuh 75km tidak terlalu jauh dan tidak terlalu lama
karena subuh belum banyak kendaraan hehe. Sampai di pangandaran sekitar pukul
5.30 pagi kita bersiap untuk berfoto mendapatkan sun rise seperti apa yang aku
katakam sebelumnya di pesisir pantai pangandaran yang elok. Setelah berfoto aku
dengan dia pergi mencari tempat makan sekaligus berisitirahat di tempat makan
itu juga pas banget pesisir pantai suara ombak yang memiliki ciri khasnya. Waktu
pun berjalan banyak turis asing maupun local bersiap untuk berenang menikmati
indahnya pantai. Aku dan dia menyimpan barang dan pakaian di tempat khusus
penitipan barang, bergegas bermain air sebelum naik perahu ke pasir putih dan
cagar alam. Di sana aku membuat lobong layaknya seperti akan kecil, dan dia
sibuk sendiri berenang menikmati ombak.
Menikmati
pantai dan melanjutkan pergi ke pasir putih memesan perahu perjalanan di tempuh
sekitar 20 menit karena menikmati angin dan biota laut pangandaran beragam ikan
yang bisa di lihat. Sampai dan bergegas untuk
melihat satwa yang berinteraksi dengan manusia seperti rusa dan monyet
terkadang sering jahil. Di sana banyak sekali orang menikmati keindahan alam
sekitar yang membuat sebagian orang tidak ingin pulang, karena udara yang sejuk
dan ciptaan Tuhan bagitu sempurna. Aku dan dia memberi makan untuk monyet satu
pisang dan mereka dengan langsung mengambil di tangan dia, mungkin mereka lapar
haha. Tidak lupa mengambil foto karena itu moment yang indah dan butuh
perjuangan nabung dulu hehe, hari semakin siang. Panas matahari menyengat
menyebabkan kulit hitam, tapi tidak usah khawatir nanti juga putih lagi. Aku dan
dia menikmati suasana pantai dan setelah itu kita pulang untuk bersih- bersih ,
menlanjutkan pergi jalan kita di pesisir pantai banyak pedagang menawarkan
produk seperti baju, jasa tato, makanan dan lain-lain. Kalian wajib pergi ke
Pangandaran karena sangat rekomendasi sekali.
Aku
tidak bisa mencerikan secara detail tetapi ini juga sudah mewakili pengalaman
aku dan dia saat pergi berlibur ke Pangandaran, banyak sekali yang ingin aku
tulis namun aku rasa ini sudah cukup. Aku dengan dia sampai sekarang baik-baik
saja, meskipun sudah hidup masing-masing dan memiliki pilihan berbeda dalam menentukan
pasangan. Aku harap kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan, terima kasih
untuk lima tahun lebih bersama aku. Aku mengucapkan wassalamualaikum, selamat
malam.
Comments
Post a Comment
Hello