A. Kerusakan
alam yang disebabkan oleh manusia
1.
Polusi udara.
Kendaraan
makin padat. Emisi gas buang kendaraan semakin banyak. Sementara pepohonan
makin berkurang karena pembangunan yang kita lakukan. Area sawah banyak yang
menjadi perumahan. Taman menjadi mall perbelanjaan, dll. Penyeimbang udara
tidak ada lagi. Dan asap pun memenuhi ruang udara kita.

Polusi
Udara
2.
Penebangan hutan.
Hutan
yang menyimpan pepohonan besar ditebangi. Masih untung jika penebangan itu
berubah menjadi lahan pertanian dan perkebunan. Tetapi bagi penebang liar, maka
area lahannya pun dibiarkan kosong terbengkalai. Penebangan pohon pun dilakukan
dgn alasan untuk pembangunan.

penebangan
hutan
3. Pencemaran air.
Air tercemar karena banyak sekali manusia yang
membuang sampah dan limbah ke sungai. Sehingga airnya pun tercemar. Sungai yang
tercemar akan mencemari sumber-sumber kehidupan.

4.
LUMPUR
LAPINDO SIDOARJO, INDONESIA

Untuk yang satu ini sih tidak perlu banyak dijelaskan, bukan? Bencana yang bermula pada bulan Mei 2006 masih terus berlangsung. Kabarnya semburan lumpur bercampur gas tetap akan berlangsung selama 30 tahun.
5.
Polusi di sekitar kita
Seberapa bersih kah udara disekitar kita? Apakah udara di dalam
rumah lebih bersih daripada udara di luar rumah? Sering kita merasa udara di
dalam rumah lebih bersih dari pada di luar rumah, tanpa kita sadari, udara di
dalam rumah bisa lebih kotor dengan udara di luar rumah.Seberapa sering anda
membesihkan bagian bawah tempat tidur / sofa anda? Bagaimana dengan sisa-sisa
pembersih di kamar mandi? Apakah anda menjemur kasur anda seminggu sekali?
Jawaban anda atas pertanyaan – pertanyaan tersebut bisa membuktikan bahwa udara
di dalam rumah juga bisai ter polusi. Udara
di dalam rumah telah terpolusi dari bahan-bahan kimia, udara kotor terperangkap
di dalam rumah dan juga udara di dalam rumah kekurangan oksigen
B. Kerusakan
alam yang disebabkan oleh alam
1.
LETUSAN GUNUNG API
Letusan gunung api dapat menyemburkan lava,
lahar, material-material padat berbagai bentuk dan ukuran, uap panas, serta
debu-debu vulkanis. Selain itu, letusan gunung api selalu disertai dengan
adanya gempa bumi lokal yang disebut dengan gempa vulkanik.

Aliran lava dan uap panas dapat mematikan semua
bentuk kehidupan yang dilaluinya, sedangkan aliran lahar dingin dapat
menghanyutkan lapisan permukaan tanah dan menimbulkan longsor lahan. Uap
belerang yang keluar dari pori-pori tanah dapat mencemari tanah dan air karena
dapat meningkatkan kadar asam air dan tanah.
2. GEMPA BUMI

Gempa bumi adalah getaran yang ditimbulkan karena
adanya gerakan endogen. Semakin besar kekuatan gempa, maka
akan menimbulkan kerusakan yang semakin parah di muka bumi. Gempa bumi
menyebabkan bangunan-bangunan retak atau hancur, struktur batuan rusak, aliran-aliran
sungai bawah tanah terputus, jaringan pipa dan saluran bawah tanah rusak, dan
sebagainya.
3.
TANAH
LONGSOR
Karakteristik tanah longsor hampir sama dengan
karakteristik banjir. Bencana alam ini dapat terjadi karena proses alam ataupun
karena dampak kecerobohan manusia. Bencana alam ini dapat merusak struktur
tanah, merusak lahan pertanian, pemukiman, sarana dan prasarana penduduk serta
berbagai bangunan lainnya. Peristiwa tanah longsor pada umumnya melanda
beberapa wilayah Indonesia yang memiliki topografi agak miring atau berlereng
curam.

4. KEBAKARAN HUTAN
kebakaran
vegetasi, atau kebakaran
semak, adalah sebuah kebakaran yang terjadi di alam liar,
tetapi juga dapat memusnahkan rumah-rumah dan lahan pertanian disekitarnya.
Penyebab umum termasuk petir, kecerobohan manusia, dan pembakaran.
Kebakaran hutan dalam
bahasa Inggris berarti "api liar" yang berasal dari sebuah sinonim dari Api
Yunani, sebuah bahan seperti-napalm yang
digunakan di Eropa Pertengahan
sebagai senjata maritim

5.
TSUNAMI
dapat terjadi jika terjadi gangguan yang
menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsormaupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi
bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung
meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.
Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat
mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan
gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan
terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang
besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami.
Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada
kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai
ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan
menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang
dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga
beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai
puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami
akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai.
dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter
bahkan bisa beberapa kilometer.


Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan
bumi atau sesar. Gempa bumi juga
banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng
samudera menelusup ke bawah lempeng benua.
Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta
runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat
menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi.
Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut
yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau
meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar,
dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.
Gempa yang menyebabkan tsunami
§ Gempa bumi
yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0 - 30 km)
§ Gempa bumi
dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter
§ Gempa bumi
dengan pola sesar naik atau sesar turun

As claimed by Stanford Medical, It's really the ONLY reason this country's women live 10 years more and weigh on average 42 pounds less than us.
ReplyDelete(And actually, it really has NOTHING to do with genetics or some secret-exercise and EVERYTHING around "HOW" they are eating.)
BTW, What I said is "HOW", not "WHAT"...
Tap this link to find out if this quick test can help you discover your true weight loss possibility